Kamis, 20 September 2012

Perawatan Radiator secara Berkala

Ada beberapa hal yang paling sering memicu kebocoran pada radiator. Yaitu: korosi (karat), benturan (baik karena tabrakan maupun karena terkena kibasan kipas radiator). Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tekanan air radiator. Akibat penyebab-penyebab ini, mungkin saja terbentuk rongga atau celah di plat-plat (fiber) radiator tempat air merembes keluar.

Karena radiator bocor, sistem pendingin tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, temperatur mesin pun tidak terkontrol dan terjadilah overheating ketika mesin terus dipaksa bekerja tanpa pendinginan.

Kita tentu sudah hapal bila mesin mengalami overheating. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok saat dikendarai di tengah jalan. Sayang sekali, kan? Sebelum mengalami masalah-masalah seperti itu, antisipasilah terjadinya kebocoran pada radiator.

Pencegahan dapat dilakukan dengan merawat sistem pendingin. Untuk ini, ada beberapa tips yang kami sarankan:

1. Lakukan pemeriksaan air radiator secara rutin pada tangki cadangan.

Jika permukaan air di tangki cadangan berada di bawah garis MIN, segera tambahkan. Jika sudah tampak kotor dan tampak keruh, kuras dan ganti dengan air radiator yang baru.

2. Gunakan cairan khusus radiator saat mengisi radiator (coolant).

Selain membantu proses pendinginan, di dalam cairan tersebut juga terdapat zat yang dapat mengurangi korosi pada radiator dan mesin. Korosi dan kotoran pada air pendingin sangat tidak baik karena dapat mengganggu proses pendinginan. Kami sarankan untuk menggunakan air coolant yang berjenis ethlylene glycol berkualitas tinggi.

3. Bersihkan kisi-kisi radiator dengan menyemprotkan air pada sirip radiator.

4. Periksa kemungkinan terjadi kebocoran baik pada selang-selang maupun radiator.

Kebocoran selang dapat dipantau secara manual dengan melihat ada tidaknya tetesan. Tapi, untuk mengecek kebocoran pada radiator harus menggunakan alat khusus (sst atau special service tools). Radiator motor Anda akan diperiksa dengan alat ini jika datang ke bengkel-bengkel .

5. Kondisi radiator dan kinerja sistem pendingin Anda akan lebih terjaga jika rutin melakukan servis berkala.

Tips Agar Sorot Lampu Motor Lebih Terang

Cahaya lampu utama standar pada motor sebetulnya sudah lumayan terang. Namun kalau merasa masih kurang, pencahayaannya bisa diterangkan lagi. Caranya, dengan mengganti bohlam dan mika lampu ditukar dengan model proyektor. Contohnya, seperti pada Yamaha Mio dari workshop Delapan Satu yang biasa meng up-grade lampu – terutama tipe HID (High Intensity Discharge) - baik untuk motor maupun mobil.
Albert dari Delapan Satu menegaskan kalau pakai lampu model proyektor bikin cahaya melebar dan fokus. Untuk memasangnya harus merogoh kocek sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 1,7 juta. Jumlah sebanyak itu untuk membeli dua komponen pengganti.


Pertama, lampu HID sudah berikut balastnya. Menurut Kevin Airlangga dari Delapan Satu, jenis bohlam HID ada beberapa macam, mulai dari 4.300K, 6.000K hingga 12.000K. Huruf di belakang menandakan Kelvin atau panas bohlam yang bisa mempengaruhi intensitas cahaya. Semakin besar angka, katakanlah yang 12.000K maka cahaya yang dikeluarkan semakin biru keputih-putihan. Lain jika yang 4.300K, putih-kekuningan, tapi masih lebih terang dari bohlam biasa.

Selain bohlam HID, ada juga lampu khusus D2S. Bentuknya cukup aneh dan disebut model single lantaran untuk jarak jauh dan dekat ada di dalam satu bohlam. Kevin berpesan, ketika memilih lampu D2S, pastikan mengambil yang tipe proyektor untuk HID.

Tadi di atas sudah disebutkan, ketika membeli lampu HID sudah berikut balast. Karena, ketika mengaplikasi HID butuh arus (kelistrikan) yang bagus. Kalau suplainya nggak maksimal, bisa bikin aki tekor.

Untuk mengaplikasi HID, kelistrikan di motor harus diubah dulu ke tipe DC. Itu kalau yang sebelumnya mengadopsi kelistrikan AC. Tapi kalau yang sudah aplikasi tipe DC seperti Honda Tiger, tidak perlu lagi. Untuk mengatasi aki tekor dibantu dengan balast, disarankan pakai yang kecil karena jika butuh 4 ampere ia tetap di empat ampere. Sedang balast besar bisa bergeser ke 8 ampere.

Kedua, untuk membeli headlamp proyektor, tidak mengurangi fungsi lampu, artinya untuk jarak dekat dan jauh bisa dipakai. ”Ini karena headlamp yang dipakai dilengkapi motor elektrik. Disebutnya Bixenon,” sebut Kevin. Komponen ini yang nantinya menarik penutup yang ada di depan reflektor. Akhirnya, sinar yang keluar pun semakin besar dan jauh. Hasil yang diberikan reflektor, lanjut Kevin tidak bikin silau mata kendaraan lawan. (Eka)
 Kompas-Online

Senin, 03 September 2012

5 Mobil Murah Yang Segera Hadir Di Indonesia

Meskipun peraturan dari pemerintah yang akan memayungi pasar mobil murah di Indonesia dalam regulasi Low Cost Green Car (LCGC)) belum juga turun hingga saat ini, namun beberapa pabrikan mobil sepertinya sudah sangat serius menyambutnya. Dan pasar mobil murah tidak lama lagi sepertinya akan segera dinikmati oleh para kosumen di Indonesia.  


Beberapa pemegang merek besar seperti Nissan, Toyota, Daihatsu dan Suzuki bahkan sudah siap dengan mobil-mobil murah mereka, selain beberapa pendatang baru yang juga tidak kalah antusias untuk turut ambil bagian didalamnya seperti pabrikan mobil Tata asal India.

Berikut beberapa pabrikan dan mobil yang dikabarkan akan meramaikan pasar mobil murah di Indonesia dengan harga dibawah Rp.100 jutaan:


Toyota Agya dan Daihatsu Ayla
Duet maut Toyota dan Daihatsu dalam Avanza-Xenia dan Rush-Terios sepertinya akan terulang dalam mobil murah mereka yang diprediksi akan hadir dengan nama Toyota Agya dan Daihatsu Ayla yang bodinya kemungkinan akan diadopsi dari Daihatsu A-Concept.

Nissan Datsun
Langsung melalui Chief Executive Officer-nya, Carlos Ghosn, Nissan Indonesia menyatakan akan melahirkan kembali merek Datsun yang sudah melegenda di dunia. Meskipun belum ada konfirmasi mengenai bagaimana desain dan harga mobil tersebut nantinya, namun Ghosn mengindikasikan bahwa Datsun akan dilahirkan sebagai mobil yang masuk kategori LCGC.

Suzuki A-Star
Meskipun pihak Suzuki menyatakan baru akan memperkenalkan mobil murahnya setelah regulasi LCGC keluar, namun diperkirahan mobil murah yang akan menjadi andalan mereka berbasis pada Susuki A-Star.

Tata Nano
Pendatang baru yang juga akan ikut ambil bagian dalam pasar mobil murah di Indonesia adalah pabrikan mobil asal India, Tata, dengan Tata Nano sebagai andalannya. Tata Nano sendiri merupakan mobil yang selama ini telah populer dengan julukannya sebagai mobil termurah sejagad. Di negeri asalnya, harga tata nano hanya dibandrol pada kisaran angka Rp.20-40 jutaan saja

Selasa, 14 Agustus 2012

Mobil Paling Laris di Indonesia

Penjualan mobil di Tanah Air mengalami penurunan pada bulan lalu. Dari sebelumnya mencatatkan angka 102.512 unit di Juli, anjok menjadi 76.373 unit pada bulan berikutnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sebelumnya penjualan terendah juga pernah terjadi pada Januari lalu yakni 76.442 unit . Namun itu masih kalah rendah jika dibandingkan Agustus kemarin.


Menurut Presiden Direktur TAM (Toyota Astra Motor) Johnny Darmawan, banyaknya hari libur terkait dengan momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1433H, membuat salah satu faktor penyebab penurunan penjualan.

"SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) sepanjang Agustus mengalami penurunan cukup signifikan. Hal ini dinilai wajar karena hari efektif kerja sangat terbatas, terkait adanya libur panjang Lebaran," kata dia.

Meski ramai-ramai produsen mobil mengalami penurunan penjualan, puncak klasemen pada Agustus lalu masih ditempati oleh Toyota dengan angka 25.848 unit.

Pada posisi kedua tidak ada perubahan dan masih ditempati oleh Daihatsu dengan torehan 11.028 unit. Di posisi ketiga di mana bulan sebelum ditempati Mitsubishi kini berganti, karena digeser oleh Suzuki.

Penjualan MPV anyar miliknya, Ertiga dinilai sukses membawa Suzuki berada di bawah Daihatsu. Produsen berlambang 'S' itu membukukan penjualan 10.125 unit. Sedangkan Mitsubishi mengemas angka penjualan 9.195 unit.

Posisi selanjutnya masing-masing ditempati oleh Nissan (5.305 unit), Honda (5.040 unit), Hino (2.505 unit), Isuzu (2.331 unit), Ford (1.269 unit), dan Mazda (914 unit).

Lalu mobil apa saja yang paling laris di Indonesia pada bulan lalu? Berikut daftarnya lengkapnya:

1. Toyota Avanza 10.875 unit
2. Daihatsu Xenia 5.488 unit
3. Toyota Kijang Innova 4.106 unit
4. Suzuki Ertiga 3.477 unit
5. Nissan Evalia 2.410 unit
6. Toyota Rush 2.305 unit
7. Toyota Yaris 2.226 unit
8. Nissan Grand Livina 2.019 unit
9. Suzuki APV 1.850 unit
10. Honda Freed 1.642 unit
11. Honda Jazz 1.479 unit
12. Daihatsu Terios 1.407 unit
13. Honda Brio 1.062 unit
14. Toyota Fortuner 936 unit
15. Mitsubishi Outlander 876 unit.

vivanews

Kamis, 15 Maret 2012

Cara Sederhana Merawat Mobil Konvensional

Bagi para pengguna mobil konvensonal, barangkali sebagian besar sudah pernah direpotkan oleh mobilnya. Ada kalanya tiba-tiba nggak bisa dihidupkan. Bisa juga sedang enak jalan tiba-tiba temperatur naik karena sabuk pompa air radiator putus, atau radiator bocor. Tiba-tiba rem blong, dan sebagainya. Terlebih mobil konvesional hari ini rata-rata sudah tua, tentu semakin banyak penyakitmya.

Kiat-kiat yang saya tulis disini khusus hanya untuk mobil berteknologi konvensional, dimana kita bisa andil melakukan perawatan, bahkan perbengkelan sendiri. Tentu hanya sekedar perawatan atau perbengkelan yang bisa dilakukan pemakai awam dengan peralatan seadanya.


Sedangkan mobil berteknologi modern umumnya dikawal dengan komputer, sehingga mengganti bola lampu pun harus memanggil technical support-nya, karena harus ada informasi dan parameter yang di-reset. Lebaaay yak.. mirip mengganti tinta pada printer :)

Tentang batere

Batere atau aki sering menjadi penyebab mobil mogok. Batere "soak" dan tidak kuat untuk menghidupkan mesin. Terlebih mesin diesel yang memerlukan tenaga besar untuk menghidupkan karena kompresinya tinggi. Kalo sudah terjadi begini, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Solusinya ya didorong bila memungkinkan, atau beli batere baru untuk menggantikannya.

Yang perlu dimengerti, jika batere sudah tidak kuat memutar dinamo starter, jangan dipaksakan. Sering kita melihat seseorang mencoba berkali-kali mengidupkan mobilnya padahal baterenya sudah tidak kuat. Jika dipaksakan terus, maka dinamo starter menjadi panas dan rusak. Jika starter sudah rusak, meskipun batere diganti baru, tetap saja starter-nya lemah dan berpotensi merusak batere yang baru. Terpaksa starter harus dibengkelkan agar galak lagi. Tapi jika batere sudah terimbas ya tetep nggak mau galak. Demikian seterusnya.

Selain berimbas merusak dinamo starter, batere yang sudah soak juga berimbas merusak dinamo pengisian (alternator). Karena alternator lelah dipaksa mengisi terus-menerus sepanjang mesin hidup. Jika batere diganti baru ketika alternator sudah rusak, maka batere baru tersebut akan terimbas dan soak lagi. Demikian seterusnya... Dan kalo suda begini. solusinya adalah mengganti batere baru dibarengi dengan mereparasi dinamo alterntor dan/atau starter. Maka dari itu, kita harus waspada soal batere. Begitu sudah nampak gejala loyo, harus cepat-cepat diganti yang baru. Boros donk? Nah... gini ceritanya :)

Ini bukan teori... tapi pengalaman. Saya punya 2 mobil offroad bermesin diesel berukuran besar dan dua-duanya dengan batere 100Ah. Namun dua-duanya memakai batere setidaknya 5 tahun. Bahkan salah satunya (Jeep CJ-7 diesel 3.4L) pernah pakai batere dari tahun 1996 baru ganti 2008. Weleh.. 12 tahun yak :) Padahal batere yang saya pakai kelas rakyat (murah meriah) tapi bukan abal-abal. Kenapa bisa demikian?

Pertama, batere yang baru dibeli tidak langsung dipasang. Setidaknya nginep dulu sekurangnya 24 jam. Hal ini untuk lebih menjamin homogenitas larutan kimiawi batere. Akan lebih baik lagi jika sambil di-charged dengan arus 3A selama nginep. Hal ini untuk menjamin muatan batere benar-benar penuh.

Kedua, ketika dipasang di mobil, upayakan tugas paling awal bukan untuk menghidupkan mesin. Karena menghidupkan mesin memerlukan tenaga besar untuk memutar starter. Lebih baik yang paling awal bukan gentakan pengurasan, tetapi gentakan pengisian. Bagaimana caranya? Yang saya lakukan, jika memungkinkan, mobil dihidupkan dengan didorong setelah batere baru terpasang. Jika tidak memungkinkan, mobil dihidupkan dengan batere mobil yang satunya lagi, kebetulan ukuran baterenya sama. Dalam kadaan hidup, lantas kabel disambungkan ke batere baru yang sudah mapan ditempatnya.

Selain itu, dalam pemakaian sehari, saya selalu menjaga agar batere tidak tekor. Setiap kali parkir, mesin baru saya matikan setidaknya 30 detik setelah semua beban listrik (lampu, AC, radio dll) saya matikan. Pengoptimalan setelan idle-up AC tidak berdasarkan suara maupun kelangsaman RPM, melainkan kelangsaman konsumsi listrik. Indikatornya dengan amphere meter, dan setelan idle-up AC diupayakan untuk menjaga agar jarum amphere meter tetap tegak, atau setidaknya tidak terlalu anjlog ketika kompressor AC aktif. Dalam perjalanan malam, lampu besar saya matikan setiap kali berhenti, baik di lampu merah maupun kemacetan. Bahkan dalam kondisi merayap pelan di kemacetan pun saya sering mematikan lampu besar. Jadi tidak aneh jika batere bisa berumur panjang kan?

Tentang elektrisitas

Batere termasuk komponen elektrik. Disini giliran membahas elektrisitas di luar batere. Sebenarnya, selama kita tidak merubah konfigurasi elektrisitas bawaan pabrik dan merawat batere, dinamo alternator dan starter dengan benar, umumnya elektrisitas aman-aman saja. Namun kadang kita tidak puas dengan konfigurasi standar. Kita ingin memasang sejumlah beban tambahan, seperti lampu sorot, lampu hias, sound system yang dung-dung, winch dsb. Nah ... inilah yang perlu hati-hati.

Komponen paling utama sistem elektrisitas adalah kabel, yaitu media mengalirnya arus dari sumber ke beban. Dalam membahas kabel, kadang kita tidak boleh membayangkan saluran air. Rangkaian switch atau saklar memang bisa dibayangkan seperti kran pada saluran air. Tapi arusnya tidak sama. Pada saluran air, arus akan selalu menyesuaikan kapasitas saluran tanpa peduli kondisi target. Mungkin kondisi sumber ada pengaruhnya sedikit bila potensinya berlebihan. Namun target tidak berpegaruh. Sehingga saluran tidak akan rusak oleh kondisi target.

Sedangkan pada kabel, arus akan selalu menyesuaikan targetnya. Makin besar beban targetnya, makin besar pula arusnya, selama tegangannya tetap. Kabel-kabel pada konfigurasi standar umumnya sudah disesuaikan dengan beban standar. Apabila beban ditambah, maka arus akan bertambah. Jika arus melampaui kapasitas kabel, maka kabel menjadi panas dan sambungan maupun soket yang dilaluinya makin mengering. Akibatnya, keketatan kontak soket maupun sambungan terhalang oleh jelaga atau materi isolator yang meleleh dan gosong. Arus makin terhambat dan efek panas pun makin meningkat. Pada gilirannya, beberapa bagian akan terbakar dan sangat berpotensi menyelenggarakan hubungan pendek. Akibatnya, musibah pun tak terelakkan.

Cara yang paling aman manakala kita ingin menambahkan beban elektrik adalah membuat jalur terpisah dari batere dengan kabel yang memadahi. Mengganti beban standar dengan daya yang lebih besar biasanya sudah tersedia kit-nya. Misalnya mengganti lampu utama dengan daya yang lebih besar. Kabel cangkokkannya sudah ada di toko, tinggal pasang. Yang penting jangan salah pasang. Baca baik-baik petunjuknya. Prinsipnya, kabel yang dari dashboard hanya digunakan untuk memicu relay. Sedangkan catudaya lampu diambil langsung dari batere. Pemakai tidak merasakan perubahan apapun selain lampunya nambah terang.

Untuk pemasangan beban baru (yang semula tidak ada), perlu dicermati apakah harus ikut kontak (ignition) atau bebas. Lebih afdolnya dibikin 2 saluran baru yang cukup besar, masing-masing dengan kabel 55A atau setara kabel B pada alternator dan dijaga dengan sekering 35A. Yang satu ikut kontak dan yang lain bebas. Yang ikut kontak berarti tersambung dengan batere melalui relay (penguat) kaki 30 dan 87. Kaki 85 terhubung dengan kontak dan 86 arde. Selanjutnya setiap beban disambung paralel dengan salah satu kabel tersebut, sesuai kategorinya.

Ada yang memilih cukup dengan kabel bebas. Untuk beban-beban yang ikut kontak dipasang relay sendiri-sendiri. Alasanya, dengan satu relay terpusat, soketnya sering gosong karena arus tersendat oleh soket yang tipis. Jika relay tersebut rusak, semua beban jadi padam. Memang benar.

Saya pun sering melakukan hal yang sama. Tetapi hanya jika tidak menemukan relay yang besar. Jika ada relay yang besar (biasanya untuk starter), saya memilih konfigurasi terpusat dengan soket yang besar pula. Pasalnya, selain perawatannya mudah, juga merasa lebih aman tidak membiarkan arus bebas terlalu banyak apalagi masuk ke wilayah kabin. Sedapat mungkin arus bebas hanya pada kabel pengisian batere (kabel B), yaitu yang menghubungkan batere dengan alternator. Selebihnya dikawal dengan kunci kontak.

Semua beban dan semua trigger-nya (saklar atau yang lain), untuk amannya harus melalui sekering. Sehingga perlu sarang sekering tambahan khusus untuk semua beban tambahan yang ada, baik yang sudah terpasang maupun reserved untuk yang belum direncanakan. Jangan nebeng ke sarang sekering standar dan jangan pula dengan sekering terpisah-pisah. Karena menyusahkan perawatan.

Memanaskan mobil

Mobil yang jarang dipakai harus sering dipanasi. Umumnya memanaskan mobil hanya menghidupkan mesin. Cara itu benar, tetapi namanya memanaskan mesin mobil. Jika mobil berminggu-minggu nongkring di garasi hanya dipanaskan dengan cara itu, jangan kaget jika pas dipakai remnya bocor, dan/atau seal kopling bocor, dan/atau slang AC bocor atau mampet, dan/atau stir terasa kasar, dan/atau bahkan ban benjol.

Sekali terpasang, komponen-komponen yang mengandung karet, dan/atau minyak harus diaktifkan secara rutin. Jika tidak, karet akan melekat lengket atau mengering kaku dan robek. Karet seal pada piston rem atau kopling jika kelamaan nganggur umumnya lengket dengan dinding silinder karena kontaminasi endapan dan air. Slang karet pada AC dan/atau pompa power steer jika kelamaan nganggur, kulit luarnya mengering kaku dan retak-retak. Ban jika kelamaan diam ditempat, bagian yang berada di bawah penyok (terlebih jika kurang angin), dan lama-lama penyokan menjadi semi permanen.

Untuk menghindari masalah-masalah di atas, sebaiknya memanaskan mobil adalah jalan dengan lintasan minimal. Semua fungsi diaktifkan, termasuk roda, rem, setir, kopling, transmisi, AC, dan bila perlu semua lampu meskipun sekejap guna menghindari tekor. Jika jalan tidak memungkinkan, karena malas atau jalurnya ramai, mungkin bisa disimuasi dengan maju-mundur di halaman rumah atau bahan di garasi. Yang penting semua fungsi sempat diaktifkan, meskipun sekejap.

Kenyang dulu sebelum tidur

Mobil yang akan berhenti lebih dari sehari, sebaiknya tanki BBM dipenuhi. Kenapa? Pasalnya, udara kita sangat lembab, alias mengandung air. Jika tanki tidak penuh, di atas permukaan BBM menjadi ruang udara. Makin kosong tanki, makin besar ruang udara di atas BBM. Berarti makin banyak juga uap air yang menghuni ruangan tersebut.

Ketika temperatur turun, misalnya malam hari, terjadi pengembunan dan titik-titik air jatuh ke permukaan BBM. Karena air lebih berat, maka air terus ke dasar tanki. Jika semalam terkumpul 10 titik, maka seminggu akan terkumpul setidaknya satu sendok makan. Sebulan akan terkumpul 4 sendok makan. Cukup banyak bukan?

Endapan air dalam tanki BBM biasanya sebagian memicu oksidasi materi endapan lain dan dinding tanki, sehingga membentuk materi seperti lumpur berwarna kopi. Lumpur inilah yang bisa menyumbat saluran BBM ke mesin. Untuk mesin bensin, pompa (rotax) BBM juga bisa terganggu dan macet atau korslet. Selain itu, dinding tanki juga karatan dan lama-lama bocor.

Untuk mesin diesel, endapan air sulit untuk berkontak langsung dengan dinding tanki, karena diselimuti oleh lendir solar. Kemungkinan karatan dan keropos kecil. Tetapi lumpurnya lebih banyak karena solar umumnya tidak sebersih bensin. Jadi kemungkinan tersumbatnya saluran ke mesin lebih tinggi.

Bagaimana mencegahnya? Makin kecil ruang udara makin sedikit pula volume air yang bakal mengembun masuk ke BBM. Oleh karena itu upayakan tanki selalu penuh untuk menjaga agar ruang udara di dalam tanki sekecil mungkin. Setidaknya, ketika mobil mau istirahat, bikin tankinya kenyang dulu.

Selain tanki BBM, tanki minyak rem juga perlu kenyang. Kadang kita nggak nyadar meskipun setiap kali melihat minyak rem tampak keruh seperti campur lumpur. Itu akibat emulsi air yang berasal dari udara yang lembab. Air tersebut yang nantinya akan mengoksidasi bagian-bagian yang tidak tahan karat dan juga merekatkan karet seal dengan dinding silider. Tapi memang sulit menjamin tanki minyak rem tanpa ruang udara. Karena tinggi permukaan minyak sudah ada batasnya.


Mencegah karat pada radiator

Mungkin sudah menjadi kelaziman manakala melihat air radiator berwarna coklat. Tidak lain karena tercampur karat, baik dari mesin maupun dari radiator itu sendiri. Kalo tidak coklat ya putih susu atau hijau karena coolant. Tapi seringkali coolant juga menjadi coklat kalah dengan karat.

Warna-warna tersebut tidak akan anda jumpai di radiator mobil saya. Tahu kenapa? Awalnya radiator saya isi oli sekitar secangkir. Teknik ini hanya spekulasi saking keselnya melihat warna mengerikan meskipun pakai coolant. Tentu dengan pertimbangan, tidak akan ada bagian yang terimbas oleh kehadiran oli. Ternyata spekulasi tersebut benar. Sudah puluhan kali ganti air sepanjang 10 tahun labih, tapi air selalu bening. Padahal tidak diisi oli lagi. Cuman sekali saja dulu sebelum tahun 2000. Tapi beingnya hingga hari ini. Tidak hanya itu... radiatornya juga awet. Yang satu belum pernah bocor semenjak diisi oli 13 tahun lalu. Yang satu lagi sempat bocor sekali 5 tahun lalu gara-gara leher sambugan ke slang retak.

http://deru.blogspot.com/2012/08/kiat-kiat-sederhana-merawat-mobil.html